manfaat polisorbat 60
Kegunaan Polysorbate-60 dalam Produk Kosmetik

Polysorbate 60: Manfaat, Kegunaan, dan Level Keamanan dalam Produk Kosmetik

Posted on

Banyak sekali kita disuguhkan komposisi yang kadang membuat kita mencari sendiri apakah bahan tersebut aman, bermanfaat, dan berdaya guna digunakan sebagai bahan kosmetik. Salah satunya adalah polysorbate-60.

Polysorbate 60 adalah bahan sintetis yang sering dipakai dalam kosmetik dan perawatan kulit dengan tujuan utama meningkatkan tekstur dan rasa sensoris pada formulasi yang digunakan.

Bahan ini dipakai sebagai surfaktan, pengemulsi, dan pelarut.

Proses Kimia Polysorbate 60

Polisorbat 60 diproduksi oleh etoksilasi sorbitan. Sorbitan merupakan bentuk dehidrasi dari sorbitol, yaitu alkohol gula yang secara alami dapat ditemukan di beberapa jenis buah.

Bagaimana Polysorbate 60 bereaksi dalam proses kimianya
Rumus Molekul Polisorbat 60

Etoksilasi adalah reaksi kimia di mana etilen oksida ditambahkan ke substrat, dalam hal ini sorbitan. Sorbitan direaksikan dengan 60 unit etilen oksida, oleh karena itu 60 unit dalam nama bahannya.

Langkah terakhir adalah reaksi dengan asam lemak yang diperoleh dari lemak dan minyak nabati, seperti asam laurat, asam palmitat, asam stearat, atau asam oleat.

Selain fungsinya dalam kosmetik, polysorbate 60 dapat digunakan untuk menyiapkan berbagai macam produk dalam industri makanan dan farmasi.

Kelebihan, Kekurangan, dan Peruntukan Polysorbate 60

Kelebihan: bagus digunakan untuk meningkatkan tekstur dan rasa produk.

Kekurangan: terdapat beberapa kontroversi mengenai bahan-bahan yang diproduksi melalui etoksilasi karena ada risiko kontaminasi. Namun, proses ini sangat diatur dan produk dimurnikan serta diuji untuk kontaminan.

Peruntukan: semua jenis kulit kecuali yang memiliki alergi teridentifikasi.

Ia merupakan bahan sinerget yang bekerja dengan baik pada sebagian besar bahan yang dicampurkan dengannya.

Mengapa Polisorbat dipakai dalam Produk Perawatan Kulit?

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, pada produk kosmetik dan perawatan kulit, polisorbat 60 berfungsi sebagai surfaktan, pengemulsi, dan pelarut.

Polysorbate-60 sebagai surfaktan

Cara kerjanya adalah dengan menurunkan tegangan permukaan antara dua zat, seperti dua zat cair atau zat cair dan zat padat.

Molekul surfaktan mengandung satu ujung yang hidrofilik atau tertarik ke air dan satu ujung yang lipofilik atau tertarik ke minyak.

Hal ini memungkinkan surfaktan menarik dan menangguhkan minyak, kotoran, dan kotoran lain yang menumpuk di kulit dan membersihkannya.

Karena karakter ini, polisorbat 60 dapat ditemukan di berbagai pembersih, sampo, dan sabun mandi, juga produk rias seperti pensil alis.

Polysorbate-60 sebagai pengemulsi

Sebagai pengemulsi, polisorbat 60 sering digunakan dalam formulasi yang mengandung komponen air dan minyak.

Mencampur air dan bahan-bahan berbasis minyak seringkali menemui kegagalan karena tampak terpisah dan pecah.

Untuk mengatasi masalah ini, pengemulsi seperti polisorbat 60 dapat ditambahkan untuk meningkatkan konsistensi produk, yang memungkinkan pemerataan manfaat perawatan kulit topikal.

Polysorbate-60 sebagai pelarut

Fungsi pelarut adalah membantu bahan lain untuk larut dalam pelarut yang biasanya tidak melarutkan bahan tersebut.

Secara khusus, polisorbat 60 membantu mendispersikan minyak dalam air sebagai lawan dari air dalam minyak.

Polysorbate 60 adalah pelarut yang sangat baik untuk minyak esensial.

Apakah Polysorbate 60 aman digunakan?

Badan Administrasi Obat dan Makanan Amerika Serikat – FDA (BPOM-nya Amerika) mengizinkan polisorbat 60 untuk langsung ditambahkan ke makanan sebagai agen penyedap atau sebagai aditif multiguna.

Keamanan polisorbat 60 telah dinilai oleh Panel Ahli Cosmetic Ingredient Review (CIR), sebuah grup yang bertanggung jawab untuk mengevaluasi keamanan perawatan kulit dan bahan kosmetik.

Panel Pakar mengevaluasi data ilmiah dan menyimpulkan bahwa polisorbat 60 aman digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi.

Meskipun polisorbat 60 disetujui oleh Panel Pakar CIR, terdapat kekhawatiran tentang keberadaan etilen oksida dalam bahan ini.

Ini dikarenakan proses etoksilasi dapat menyebabkan kontaminasi dengan 1,4-dioksan, produk sampingan yang berpotensi berbahaya. 1,4-dioksan adalah karsinogen hewan yang dikenal mudah menembus ke dalam kulit.

Menurut National Toxicology Program,

1,4-dioxane secara wajar diantisipasi menjadi karsinogen bagi manusia.

Ini juga telah dikaitkan dengan alergi kulit.

Namun, potensi keberadaan 1,4-dioksan dapat dikontrol melalui langkah-langkah pemurnian untuk menghilangkannya sebelum pencampuran polisorbat 60 ke dalam formulasi kosmetik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *